34 Macam Suku dan Etnis yang Ada di Indonesia
Sumber : https://www.satujam.com/suku-dan-etnis-indonesia/
Ada ratusan suku bangsa di Indonesia. Daftar di bawah ini hanya
sebagiannya saja, mewakili dari masing-masing provinsi yang ada di Indonesia.
Suku Aceh dari Aceh
Suku yang mendiami Provinsi Aceh yaitu Aceh,
Gayo, Alas, Kluet, Melayu Tamiang, Haloban, Devayan, Sigulai, Julu, Singkil,
Aneuk Jamee, Simelue, dan Pulau.
Adapun Suku Aceh pada masa pra-modern hidup
secara matrilokal dan komunal. Mereka tinggal di pemukiman yang disebut gampong.
Persekutuan dari gampong-gampong membentuk mukim.
Masa keemasan budaya Aceh dimulai pada abad ke-16, seiring kejayaan kerajaan Islam Aceh Darussalam, dan kemudian
mencapai puncaknya pada abad ke-17.
Orang Aceh pada umumnya dikenal sebagai
pemegang teguh ajaran agama Islam, dan juga sebagai pejuang militan dalam
melawan penaklukan kolonial Portugis dan Belanda.
Suku Batak dari Sumatera
Utara
Suku yang ada di provinsi Sumatra
Utara yaitu Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Fakfak, Batak
Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-maya.
Adapun Suku Batak merupakan sebuah tema
kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan
berasal dari Tapanuli dan Sumatera Utara.
Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak
adalah Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola,
dan Batak Mandailing.
Suku Minangkabau dari
Sumatra Barat
Suku
yang tinggal di Provinsi Sumatra Barat adalah Minangkabau, Melayu, dan
Mentawai, Tanjung Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, dan Gusci. Adapun Suku
Minangkabau atau disingkat Minang menganut sistem kekerabatan matrilineal, dan
identik dengan agama Islam.
Dalam percakapan awam, orang Minang
seringkali disamakan sebagai orang Padang, merujuk pada nama ibu kota provinsi
Sumatera Barat Kota Padang. Namun, mereka
biasanya akan menyebut kelompoknya dengan sebutan urang awak, bermaksud
sama dengan orang Minang itu sendiri
Suku Akit dari Riau
Suku yang ada di Provinsi Riau yaitu Suku anak dalam, Melayu, Akit, Talang Mamak,
Hutan, Sakai, Laut, Bunoi. Adapun Suku Akit merupakan suku asli yang mendiami
wilayah Pulau Rupat tepatnya di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.
Suku ini telah lama mendiami pulau ini
sebelum suku-suku lainnya menjadikan pulau ini sebagai tempat tinggal.
Suku Sakai dari Kepulauan
Riau
Suku yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau
yaitu Melayu, Siak, Sakai, Kubu, Kerinci, Bajau, Batin, Penghulu. Adapun Suku
Sakai menurut pendapat beberapa ahli, merupakan percampuran antara orang Wedoid
dengan orang Minangkabau yang bermigrasi sekitar abad ke-14.
Suku Kerinci dari Jambi
Suku yang terdapat di Provinsi Jambi yaitu
Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Kubu, dan Bajau. Adapun Suku
Kerinci, namanya berasal dari bahasa Tamil, yaitu nama bunga kurinji
(Strobilanthes kunthiana) yang tumbuh di India Selatan pada ketinggian di atas
1800 m yang mekarnya satu kali selama dua belas tahun.
Oleh karena itu Kurinji juga merujuk pada
kawasan pegunungan. Dapat dipastikan bahwa hubungan Kerinci dengan India telah
terjalin sejak lama dan nama Kerinci sendiri diberikan oleh pedagang India
Tamil.
Suku Musi dari Sumatra
Selatan
Suku yang mendiami Provinsi Sumatra Selatan
yaitu Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak
Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, dan
Ranau.
Adapun Suku Musi yang dikenal pula dengan
Suku Sekayu merupakan merupakan sebuah tema kolektif untuk mengidentifikasikan
beberapa suku bangsa yang berasal dan bermukim di sepanjang tepian Sungai Musi.
Suku Melayu dari Bangka
Belitung
Suku
yang menghuni Provinsi Bangka Belitung yaitu Melayu, Jawa, Sunda , Bugis,
Banten, Banjar, Madura, Palembang, Minang, Aceh, Flores, Maluku, Manado. Adapun
Suku Melayu, namanya berasal dari Kerajaan Malayu yang pernah ada di kawasan
Sungai Batang Hari.
Dalam
perkembangannya, Kerajaan Melayu akhirnya takluk dan menjadi bawahan Kerajaan
Sriwijaya.
Pemakaian
istilah Melayu-pun meluas hingga ke luar Sumatera, mengikuti teritorial imperium
Sriwijaya yang berkembang hingga ke Jawa, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya.
Jadi orang Melayu Semenanjung berasal dari Sumatera.
Suku Serawai dari Bengkulu
Suku yang tinggal di Provinsi Bengkulu yaitu
Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu, Suku Mukomuko, Suku Ketahun, Suku
lembak, Suku Enggano, Suku Pasemah, Suku pendatang.
Adapun Suku Serawai, sebagian besar
masyarakatnya berdiam di kabupaten Bengkulu Selatan, yakni di kecamatan
Sukaraja, Seluma, Talo, Pino, Kelutum, Manna, dan Seginim.
Suku Lampung dari Lampung
Suku yang ada di Provinsi Lampung yaitu
Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Bawang, Krui Abung, Pasemah,
Jawa, Sunda, Batak, Melayu, Lampung (Sebatin dan Pepadun).
Adapun Suku Lampung dulu merupakan bagian
dari Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan menguasai sebagian wilayah
Asia Tenggara termasuk Lampung dan berjaya hingga abad ke-11.
Suku Betawi dari DKI
Jakarta
Suku yang ada di Provinsi DKI Jakarta yaitu
Betawi, Jawa, Sunda. Adapun Suku Betawi memiliki boneka jumbo yang dikenal
dengan ondel-ondel.
Suku Sunda dari Jawa Barat
Suku yang ada di Provinsi Jawa Barat yaitu
Suku Sunda. Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia, setelah suku Jawa. Suku Sunda yang terkenal dengan
alat musik angklung ini juga memiliki alat musik unik bernama Karinding.
Suku Baduy dari Banten
Suku yang ada di Provinsi Banten yaitu Baduy,
Sunda, dan Banten. Adapun Suku Baduy memiliki
populasi sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku
yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki
keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.
Suku Samin dari Jawa Tengah
Suku yang ada di Provinsi Jawa Tengah yaitu
Jawa, Karimun, dan Samin. Adapun Suku Samin merupakan masyarakat keturunan para
pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur sikep, yang mana
mereka mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di
luar kekerasan.
Kelompok Samin lebih suka disebut wong
sikep, karena kata samin bagi mereka mengandung makna negatif.
Suku Jawa dari D.I
Yogyakarta
Suku yang mendiami Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta yaitu Suku Jawa. Tidak hanya di Yogyakarta, suku Jawa yang merupakan
suku bangsa terbesar di Indonesia juga berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ada pula Suku Jawa yang berada di negara
Suriname, Amerika Selatan karena pada masa kolonial Belanda suku ini dibawa ke
sana sebagai pekerja dan kini suku Jawa di sana dikenal sebagai Jawa Suriname.
Suku Madura dari Jawa Timur
Suku yang menghuni Provinsi Jawa Timur yaitu Jawa, Madura, Tengger,
dan Osing. Adapun Suku Madura merupakan etnis dengan populasi besar di
Indonesia, jumlahnya sekitar 20.179.356 juta jiwa (sensus 2014).
Suku Bali Aga dari Bali
Suku yang menghuni provinsi Bali yaitu Bali
Aga, dan Bali Majapahit. Adapun Suku Bali Ada salah satu
subsuku bangsa Bali yang menganggap mereka sebagai penduduk bali yang asli.
Suku Sasak dari Nusa
Tenggara Barat
Suku yang tinggal di Provinsi Nusa Tenggara
Barat yaitu Bali, Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan
Sumba. Adapun Suku Sasak, kemungkinan berasal dari kata sak-sak yang artinya
sampan. Dalam Kitab Negara Kertagama kata Sasak disebut menjadi satu dengan
Pulau Lombok. Yakni Lombok Sasak Mirah Adhi. Dalam tradisi lisan warga
setempat kata sasak dipercaya berasal dari kata “sa’-saq” yang artinya yang
satu. Kemudian Lombok berasal dari kata Lomboq yang artinya lurus. Maka
jika digabung kata Sa’ Saq Lomboq artinya sesuatu yang lurus.
Suku Bima dari Nusa
Tenggara Timur
Suku yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur
yaitu Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie,
Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, dan
Flores. Adapun Suku Bima telah mendiami Kabupaten Bima dan Koa Bima sejak
kerajaan Majapahit. Suku ini memiliki cadar khas dari sarung yang dinamai
rimpu.
Suku Dayak dari Kalimantan
Barat
Dayak adalah salah satu suku yang berada di pulau Kalimantan.
Selain Dayak, suku lain yang mendiami Provinsi Kalimantan Barat yaitu Dayak,
Kayau, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Melayu-Pontianak, Punau, Ngaju.
Adapun Suku Dayak sebenarnya merujuk pada penghuni
pedalaman yang mendiami Pulau Kalimantan secara keseluruhan.
Suku Ot Danum dari
Kalimantan Tengah
Suku yang tinggal di Provinsi Kalimantan
Tengah yaitu Dayak, Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, dan
Katingan, Taboyan, Bukumpai. Adapun Suku Ot Danum yang juga dikenal dengan SUku
Dohoi, Malahoi, atau Uud Danum/Uut Danum adalah kelompok etnis yang menghuni
wilayah Pegunungan Schwaner.
Suku Banjar dari Kalimantan
Selatan
Suku yang menghuni Provinsi Kalimantan
Selatan yaitu Ngaju, Laut, Maanyan, Bakumpai, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan,
Aba, Melayu, Banjar, dan Dayak. Adapaun Suku Banjar berjumlah sekitar 4,1 juta
jiwa. Sebanyak kurang lebih 2,7 juta orang Banjar tinggal di Kalimantan Selatan
dengan hampir separuh orang Banjar lainnya berada di perantauan.
Suku Tidung dari Kalimantan
Timur
Suku yang tinggal di Provinsi Kalimantan
Timur yaitu Ngaju, Otdanum, Apokayan,Punan, Murut, Dayak, Kutai, Kayan, Punan,
dan Bugis, Abal, Bulungan, Tidung, Kenyah, Berusau. Adapun Suku Tidung, semula
memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Tetapi kini kerajaan Tidung
telah runtuh akibat politik adu domba penjajah Belanda.
Suku Bulungan dari
Kalimantan Utara
Suku yang menghuni Provinsi Kalimantan Utara
yaitu Bugis, Suku Jawa, Suku Banjar, Suku Tidung, Suku Dayak, Suku Bulungan,
Suku Suluk. Adapun Suku Bulungan pada zaman dahulu merupakan Kesultanan
Bulungan yan kini telah tiada akibat tragedi Bultiken, yaitu peristiwa
pembantaian yang dilakukan oleh tentara Indonesia yang dipimpin oleh Letnan
B.Simatupang, atas perintah Pangdam IX Mulawarman saat itu yaitu Brigadir
Jendral Suhario terhadap para petinggi dan keluarga kerajaan Kesultanan
Bulungan, serta aksi pembakaran istana Bulungan dan penjarahan serta perampasan
harta benda milik Kesultanan Bulungan yang juga dilakukan oleh para tentara
tersebut.
Suku Minahasa dari Sulawesi
Utara
Suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Utara
yaitu Minahasa, Bolaang Mangondow, Talaud, Gorontalo, Sangir, Ternate, Togite,
Morotai, Loda, Halmahera, Tidore, dan Obi. Adapun Suku Minahasa merupakan suku
bangsa terbesar di provinsi Sulawesi Utara.
Suku Toraja dari Sulawesi
Barat
Suku yang terdapat di Provinsi Sulawesi Barat
yaitu Mandar, Toraja, Bugis, Jawa, Makassar. Adapun Suku Toraja tidak hanya
banyak tinggal di Sulawesi Barat, tetapi juga Sulawesi Selatan. Kata toraja
berasal dari bahasa Bugis, to riaja, yang berarti “orang yang berdiam di
negeri atas”.
Suku Mori dari Sulawesi
Tengah
Suku yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah
yaitu Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Suluan,
Mori, Bungku, Balantak, Banggai, dan Balatar. Adapun Suku Mori, wilayah
otoritasnya meliputi Kabupaten Morowali bagian utara. Salah satu tokoh Mori
yang terkenal adalah Raja Mori yang bernama Marunduh, ia terkenal dengan
semboyan “Metumbah allo komba aku monsuka”.
Suku Buton dari Sulawesi
Tenggara
Suku yang menghuni Provinsi Sulawesi Tenggara
yaitu Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna,
Bungku, Buton, Muna, Wolio, Moronene, Wononii, Kulisu, Laki, dan Bugis. Adapun
Suku Buton adalah masyarakat yang mendiami wilayah kekuasaan Kesultanan Buton.
Daerah-daerah itu kini telah menjadi beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi
Tenggara.
Suku Bugis dari Sulawesi
Selatan
Suku yang tinggal di Provinsi Sulawesi
Selatan yaitu Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Bugis, dan Makassar. Adapun Suku Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku
Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari
daratan Asia tepatnya Yunan. Kata “Bugis” berasal dari kata To Ugi, yang
berarti orang Bugis
Suku Gorontalo dari
Gorontalo
Suku yang mendiami Provinsi Gorontalo yaitu
Gorontalo, Atinggola, Suwawa, Manado, Polahi. Adapun Suku Gorontalo atau
Hulondalo adalah penduduk asli provinsi Gorontalo di bagian utara pulau
Sulawesi.
Suku Buru dari Maluku
Suku yang menghuni Provinsi Maluku yaitu
Buru, Banda, Seram, Kei, Ambon, Rana, Alifru, Furu-furu. Adapun Suku Buru,
kelompok etnis ini kebanyakan tinggal di pulau Buru. Mereka juga menyebut diri
gebfuka atau gebemliar yang secara harfiah berarti “orang dunia” atau “orang
tanah”.
Suku Togutil dari Maluku
Utara
Suku yang tinggal di Provinsi Maluku Utara
yaitu Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, Bacan, Module, Pagu, Makian Barat, Kao,
Buli, Patani. Adapun Suku Togutil (atau dikenal juga sebagai Suku Tobelo Dalam)
adalah kelompok/komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden di
sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk
dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku
Utara. Orang Togutil sendiri tak ingin disebut “Togutil” karena Togutil
bermakna konotatif yang artinya “terbelakang”.
Suku Dani dari Papua Barat
Suku yang ada di Provinsi Papua Barat yaitu
Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, dan Sentan. Adapun Suku Dani dikenal sejak
ratusan tahun lalu sebagai petani yang terampil dan telah menggunakan
alat/perkakas yang seperti kapak batu, pisau yang dibuat dari tulang binatang,
bambu dan juga tombak yang dibuat menggunakan kayu galian yang terkenal sangat
kuat dan berat.
Suku Asmat dari Papua
Suku
yang mendiami Provinsi Papua yaitu Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai,
Asmat, dan Tobati. Adapun Suku Papua Asmat dikenal dengan hasil ukiran
kayunya yang unik.
Populasi
suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang
tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua
populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup,
struktur sosial dan ritual.
Populasi
pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang
berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai.
semoga artikel yang dipersembahkan menambah pengetahuan dan rasa cinta terhadap negeri indonesia tercinta, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan. terimakasih.
No comments:
Post a Comment