Buku Guru dan Buku Siswa SD/MI
Semua Pelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2017 dan Revisi 2018 :
- Buku Mapel PAI SD Revisi 2017 : http://bit.ly/2GZXYdr
- Buku PAI Kelas 3 SD Revisi 2018 : http://bit.ly/2GBAGcU
- buku PAI kelas 6 SD Revisi 2018 : http://bit.ly/2wXqKLo
- Buku Kelas 1 Semester 1 Revisi 2017: http://bit.ly/2HzC9T6
- Buku Kelas 1 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HCa5i8
- Buku Kelas 2 Semester 1 Revisi 2017 : http://bit.ly/2GZArNW
- Buku Kelas 2 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HmdYKp
- Buku Kelas 3 Semester 1 Revisi 2018: http://bit.ly/2GB3EKc
- Buku Kelas 4 Semester 1 Revisi 2017: http://bit.ly/2H4nsq3
- Buku Kelas 4 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HCxUXc
- Buku Kelas 5 Semester 1 Revisi 2017: http://bit.ly/2vjiPXU
- Buku Kelas 5 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HCPEl5
- Buku Kelas 6 Semester 1 Revisi 2018: http://bit.ly/2ENBmuM
Terbaru !! Buku Kurikulum 2013 Revisi 2018 Untuk Jenjang SD , SMP dan SMA
Untuk menghadapi tahun ajaran 2018 /2019,Bagi Bapak Ibu Guru Dikdasmen yang sedang Mencari Buku Guru dan Buku Siswa Kurikulum 2013 Revisi 2018 silahkan Unduh Pada Link Dibawah ini :
Buku Guru dan Siswa SD Kelas 3 Semester 1 K13 Revisi 2018 :
http://bit.ly/2GB3EKc
Buku Guru dan Siswa SD Kelas 6 Semester 1 K13 Revisi 2018 :
http://bit.ly/2LfROss
Buku Guru dan Siswa SD PAI Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 :
http://bit.ly/2GBAGcU
Buku Guru dan Siswa SD PAI Kelas 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018
http://bit.ly/2wXqKLo
Buku Guru dan Siswa SMP Matematika Kelas IX Kurikulum 2013 Revisi 2018
http://bit.ly/2ITDGGV
Buku Guru dan Siswa SMP IPA Kelas IX Kurikulum 2013 Revisi 2018
http://bit.ly/2IFnfL6
Buku Guru dan Siswa SMP IPS Kelas IX Kurikulum 2013 Revisi 2018
http://bit.ly/2LkK7kz
Buku Guru dan Siswa SMP Bahasa Inggris Kelas IX Kurikulum 2013 Revisi 2018
http://bit.ly/2rYs1wA
Buku Guru dan Siswa SMP Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum 2013 Revisi 2018
http://bit.ly/2x2t4Rm
Buku Guru dan Siswa SMP Prakarya Kelas IX Kurikulum 2013 Revisi 2018
http://bit.ly/2x0ZGLj
Buku Kurikulum 2013 SMA Matematika Wajib Kelas XII Revisi 2018 :
http://bit.ly/2Iyjo6f
Untuk Yang Lainnya Silahkan Buka Link Dibawah Ini
Buku Guru dan Buku Siswa SD,SMP,SMA,SMK Semua Pelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2017 dan Revisi 2018 :
- Buku Mapel PAI SD Revisi 2017 : http://bit.ly/2GZXYdr
- Buku PAI Kelas 3 SD Revisi 2018 : http://bit.ly/2GBAGcU
- Buku Kelas 1 Semester 1 Revisi 2017: http://bit.ly/2HzC9T6
- Buku Kelas 1 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HCa5i8
- Buku Kelas 2 Semester 1 Revisi 2017 : http://bit.ly/2GZArNW
- Buku Kelas 2 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HmdYKp
- Buku Kelas 3 Semester 1 Revisi 2018: http://bit.ly/2GB3EKc
- Buku Kelas 4 Semester 1 Revisi 2017: http://bit.ly/2H4nsq3
- Buku Kelas 4 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HCxUXc
- Buku Kelas 5 Semester 1 Revisi 2017: http://bit.ly/2vjiPXU
- Buku Kelas 5 Semester 2 Revisi 2017: http://bit.ly/2HCPEl5
- Buku Kelas 6 Semester 1 Revisi 2018: http://bit.ly/2ENBmuM
- (Lengkap ) Buku Guru dan Siswa SMP Kelas 7 Revisi 2017 : http://bit.ly/2rV7dW5
- (Lengkap ) Buku Guru dan Siswa SMP Kelas 8 Revisi 2017 : http://bit.ly/2wU2jhL
- (Lengkap ) Buku Guru dan Siswa SMA Kelas X Revisi 2017 : http://bit.ly/2rUdhhC
- (Lengkap ) Buku Guru dan Siswa SMA Kelas XI Revisi 2017 : http://bit.ly/2IuHeQC
Untuk Perangkat Pembelajaran SD,SMP ,SMA,SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 silahkan kunjungi Link dibawah ini
1. Perangkat Pembelajaran SD Lengkap
https://goo.gl/mdHwqH
2. Perangkat Pembelajaran SMP
https://goo.gl/XRMoG4
3. Perangkat Pembelajaran SMA
https://goo.gl/YPHP2e
4. Perangkat Pembelajaran SMK
https://goo.gl/z6TsVf
*Unduh Gratis* Buku Kurikulum Revisi 2018 Dan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Jenjang SD.
Salam Edukasi Bapak & Ibu Guru Di Seluruh Indonesia
Untuk Menghadapi Tahun Pelajaran 2018 – 2019 , Sebagian Besar Sekolah Di Indonesia baru Akan Menggunakan Kurikulum 2013 , Tentunya Bapak & Ibu Membutuhkan Referensi Untuk Perangkat Pembelajaran dan Kelengkapan Administrasi Untuk Di Pelajari , Berupa :
1. Buku Guru & Buku Siswa
2. RPP
3. Program Tahunan
4. Program Semester
5. Silabus
6. Pemetaan KI - KD
7. KKM
8. Format Penilaian
9. Jurnal
10. Aplikasi Penilaian
11. dll
Kami bantu bagikan Perangkat Pembelajaran Jenjang SD yang dapat diunduh Secara *GRATIS* .
_*INGAT !!* Perangkat Ini Hanya Sebagai *Referensi / Contoh* Yang Bisa Bapak &Ibu *Modifikasi* dan *Kreasikan* Sesuai Dengan *Kebutuhan Siswa* , *Cara Mengajar* Bapak Ibu serta *Kearifan Lokal* Didaerah Masing - Masing_
1. Buku Guru dan Buku Siswa Revisi 2018 Jenjang SD.
http://bit.ly/2l6vENn
2. Perangkat Pembelajaran SD ( Lengkap)
http://bit.ly/2LMFgs2
Silahkan Share Semoga Bermanfaat
Salam Edukasi Bapak & Ibu Guru Di Seluruh Indonesia
Untuk Menghadapi Tahun Pelajaran 2018 – 2019 , Sebagian Besar Sekolah Di Indonesia baru Akan Menggunakan Kurikulum 2013 , Tentunya Bapak & Ibu Membutuhkan Referensi Untuk Perangkat Pembelajaran dan Kelengkapan Administrasi Untuk Di Pelajari , Berupa :
1. Buku Guru & Buku Siswa
2. RPP
3. Program Tahunan
4. Program Semester
5. Silabus
6. Pemetaan KI - KD
7. KKM
8. Format Penilaian
9. Jurnal
10. Aplikasi Penilaian
11. dll
Kami bantu bagikan Perangkat Pembelajaran Jenjang SD yang dapat diunduh Secara *GRATIS* .
_*INGAT !!* Perangkat Ini Hanya Sebagai *Referensi / Contoh* Yang Bisa Bapak &Ibu *Modifikasi* dan *Kreasikan* Sesuai Dengan *Kebutuhan Siswa* , *Cara Mengajar* Bapak Ibu serta *Kearifan Lokal* Didaerah Masing - Masing_
1. Buku Guru dan Buku Siswa Revisi 2018 Jenjang SD.
http://bit.ly/2l6vENn
2. Perangkat Pembelajaran SD ( Lengkap)
http://bit.ly/2LMFgs2
Silabus dapat didevinisikan sebagai “garis besar, ringkasan,
atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran”. Silabus digunakan untuk
menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih
lanjut dari standart kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai,
dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam
mencapai standart kompetensi dan kemampuan dasar.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata
pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi,
kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi
waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan
pendidikan.
Prinsip Pengembangan Silabus
Pengembangan
Silabus diserahkan sepenuhnya kepada setiap satuan pendidikan,
khususnya bagi yang sudah mampu melakukannya. Oleh karena itu, setiap
satuan pendidikan di beri kebebasan dan keleluasaan dalam mengembangkan
silabus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Agar
pengembangan silabus yang dilakukan oleh setiap satuan pendidikan tetap
berada dalam bingkai pengembangankurikulum nasional, maka perlu
memerhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus, yang meliputi :
Ilmiah :
Pengembangan silabus berbasis KTSP harus dilakukan dengan prinsip
ilmiah, yang mengandung arti bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang
menjadi muatan dalam silabus harus benar, logis dan dapat dipertanggung
jawabkan secara keilmuan.
Relevan - Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian
dalam silabus sesuai atau ada keterkaitan dengan tingkat perkembangan
fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.
Sistematis - Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
Konsisten - Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar,
indikator, materi pokok, pengalaman belajarr, sumber belajar dan sistem
penilaian.
Memadai - Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar,
sumber belajar dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian
kompetensi dasar.
Aktual dan Kontekstual - Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman
bekajar, sumber belajar dan sistem penilaian memerhatikkan perkembangan
ilmu, teknologi dan seni mutakhir daalm kehidupan nyata, dan peristiwa
yang terjadi.
Fleksibel - Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi
keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi
di sekolah dan tuntutan masyarakat.
Menyeluruh - Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
Silabus yang digunakan saat ini ada yang sudah menerapakan
Kurikulum 2013 adapula yang masih menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP).
Dibawah ini kami berikan referensi untuk yang mencari Silabus berbagai
Jenjang.
Menilik keberhasilan pendidikan Negara finlandia, apa
perbedaanya???
Semasa
sekolah dulu, rasanya mustahil kamu bisa dijuluki murid pintar kalau dapat
ranking bontot. Apalagi kalau gak lulus Ujian Nasional, rasanya dunia selesai
di titik itu. Ketatnya persaingan di sekolah mungkin memang bertujuan
supaya kita berlomba-lomba jadi lebih pintar. Tapi tahukah kamu, negara dengan
pendidikan terbaik dan murid terpintar di dunia yaitu Finlandia justru melakukan
hal yang sebaliknya?
Berbeda
dengan kita yang harus menghadapi ujian nasional tiap mau naik jenjang sekolah,
seumur-umur pelajar di Finlandia hanya menghadapi 1 ujian nasional ketika
mereka berumur 16 tahun. Tidak hanya minim pekerjaan rumah, pelajar di
Finlandia juga mendapatkan waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada
pelajar di negara lain. Namun dengan sistem yang leluasa entah bagaimana mereka
justru bisa belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Makanya kali
ini Hipwee bakal mengulas habis rahasia Finlandia yang satu ini!
1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah
Berusia 7 Tahun
Orang
tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya
belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara
takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau
SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut
hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.
Awal
yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari
pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka
juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan
jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak
bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak
diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan
interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.
Pelajar
di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling
efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk
belajar. Maka dari itu meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia
justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes
internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan
faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia.
2. Cara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit
Istirahat
Tahukah
kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak
mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa
kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan
datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun
fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti
bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.
Di
samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih
panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi
lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan
jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk.
3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas Dari Biaya.
Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau
Satu lagi faktor yang membuat orang tua di
Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena
semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yang lebih penting lagi,
sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan.
Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan
gratis dan berkualitas untuk semua.
Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun
1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau
ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah
swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi
kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat
segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama.
Tidak
berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan
fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan,
dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin
berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya
peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara
juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.
4. Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar
Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di
Finlandia.
Di
samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah,
penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di
Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah
satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia
pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang
SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang
disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.
Finlandia
memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan
mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi
besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas,
pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif
yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih
tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus
untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.
Jika
Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita
selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke
guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam
proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan?
5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara
Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu.
Kredibilitas
dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan
tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada
mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian
Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang
paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan
siswa-siswa mereka.
Diversitas
siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya
jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara
fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru
bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang
berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal.
6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari.
Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah
Tidak
hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif
lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia
kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA
pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal
pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena
pilihan mereka.
Pendeknya
jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal
semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau
aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar
tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri.
7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya
Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1
Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan
guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa
semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu,
mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya
akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.
Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang
merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama.
Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara
kolaboratif. Bahkan anak dari kelas-kelas berbeda pun sering bertemu untuk
kelas campuran. Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia adalah
negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.
Memang, kita gak bisa serta merta menyontek
sistem pendidikan Finlandia dan langsung menerapkannya di Indonesia. Dengan
berbagai perbedaan institusional atau budaya, hasilnya juga mungkin gak bakal
sama.
Tapi gak ada salahnya ‘kan belajar dari negara
yang udah sukses dengan reformasi pendidikannya? Siapa tahu bisa menginspirasi
adminitrasi baru untuk mengadakan perubahan demi pendidikan Indonesia yang
lebih baik
1.
Metode Pembelajaran Tipe TAI (Team Assisted Individualization)
Metode pengajaran TAI adalah suatu metode pengajaran yang dikemukakan oleh
Slavin, 1995. “ Team Assisted Individualization” dapat diterjemahkan sebagai
kelompok yang dibantu secara individual atau kelompok di mana ada seorang
asisten yang membantu secara individual.
Metode
pengajaran TAI ini merupakan teori belajar konstruktivisme dan teori belajar
kognitif. Jadi, metode TAI merupakan metode pengajaran secara kelompok di mana
terdapat seorang siswa yang lebih mampu berperan sebagai asisten yang bertugas
membantu secara individual siswa lain yang kurang mampu dalam suatu kelompok.
Dalam
hal ini peran pendidik hanya sebagai fasilitator dan mediator dalam proses
belajar mengajar. Pendidik cukup menciptakan kondisi lingkungan belajar yang
kondusif bagi peserta didiknya.
Menurut
Robert E. Slavin (2010) model pembelajaran TAI diprakarsai sebagai usaha
merancang sebuah bentuk pengajaran individual yang bisa menyelesaikan
masalah-masalah yang membuat model pengajaran individual menjadi tidak efektif.
Dengan
membuat para siswa bekerja dalam tim-tim pembelajaran kooperatif dan mengemban
tanggung jawab mengelola dan memeriksa secara rutin, saling memberi dorongan
untuk maju, maka guru dapat membebaskan diri mereka dari memberikan pengajaran
langsung kepada sekelompok kecil siswa yang homogen yang berasal dari kelompok
heterogen.
Dalam model pembelajaran TAI, siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuannya yang
beragam. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa dan ditugaskan untuk
menyelesaikan materi pembelajaran atau PR tertentu. Pada awalnya, jenis model
ini dirancang khusus untuk mengajarkan matematika SD kelas 3-6. Akan tetapi,
pada perkembangan berikutnya, model ini mulai diterapkan pada materi-materi
pelajaran yang berbeda.(Huda, 2011:128)
2. METODE PEMBELAJARAN STAD
Salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang efektif adalah Student Teams
Achievement Divisions ( STAD). STAD terdiri dari rangkaian pembelajaran yang
sederhana, belajar kooperatif dalam memadukan kemampuan kelompok- kelompok dan
kuis-kuis disertai penghargaan yang diberikan kepada kelompok-kolompok yang
anggotanya paling sukses melampaui nilai mereka sendiri sebelumnya.
Metode
STAD adalah metode pembelajaran kooperatif dimana siswa dibagi menjadi beberapa
kelompok berdasarkan perbedaan akademik, ras, jenis kelamin dan sebagainya
sehingga tercipta kelompok belajar yang heterogen.
Tiap
anggota tim menggunakan lembar anggota akademik, dan kemudian saling membantu
untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama
anggota tim. Secara Individual atau tim tiap minggu atau tiap dua minggu
dilakukan evaluasi oleh guru untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap bahan
akademik yang telah dipelajari. Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas
penguasaannya terhadap bahan ajar, dan kepada siswa secara individu atau tim
yang meraih prestasi tinggi atau memiliki skor sempurna diberi penghargaan.
Dalam STAD, kelompok terdiri atas empat atau lima peserta didik yang mewakili
keseimbangan kelas dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, dan ras. Kelompok
merupakan tampilan yang paling penting dalam STAD, dan penting pula bagi
pendidik untuk mengarahkan anggota masing-masing kelompok. Slavin menyarankan
peringkat para peserta didik dalam kemampuan akademik dibuat terlebih dahulu.
Masing-masing
kelompok akan terdiri atas seorang peserta didik dan kelompok atas, seorang
peserta didik dan kelompok bawah, dan dua orang peserta didik dengan kemampuan
rata-rata. Pembentukan kelompok dengan cara semacam ini bertujuan agar
diperoleh kesetaraan di antara kelompokkelompok tersebut.
Keseimbangan
dalam jenis kelamin dan ras juga harus menjadi pertimbangan. Dengan demikian,
masing-masing kelompok kurang lebih sama dalam berbagai aspek. pendidik
memperesentasikan pelajaran dan kemudian peserta didik bekerjasama tim untuk
memastikan seluruh anggota tim telah menuntaskan pelajaran dengan baik.
Akhirnya, semua peserta didik menjalani kuis perseorangan tentang pelajaran
tersebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu. Adapun
penghargaan yang diberikan adalah penghargaan kelompok. Karena skor kelompok
didasarkan pada kemajuan yang diperoleh peserta didik atas nilai sebelumnya,
siapapun bisa menjadi “bintang” kelompok dalam satu minggu itu.
3. METODE PEMBELAJARAN NHT
NHT (Numbered Heads Together) adalah tipe pembelajaran kooperatif yang
dikembangkan oleh Spencer Kagan dengan melibatkan lebih banyak siswa dalam
mereview mata pelajaran dan memeriksa penguasaan mereka akan materi pelajaran
(Isjoni, 2002: 78).
Pembelajaran
NHT memberi kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan
mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, pembelajaran ini juga
mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka. (Isjoni,
2002:78).
Menurut Ibrahim sebagaimana dikutip oleh Herdian (2009) Number Head Together
(NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada
struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan
memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Menurut Miftahul Huda
(2011:138) Number Head Together (NHT) memberikan kesempatan kepada siswa untuk
saling bertukar ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan
meningkatkan kerja sama siswa. Menurut Endang Mulyatiningsih (2011:232) Number
Head Together (NHT) merupakan metode pembelajaran diskusi kelompok yang
dilakukan dengan cara memberi nomor kepada semua peserta didik dan kuis/tugas
yang didiskusikan. Sedangkan menurut Anita Lie (2004:59) Number Head
Together(NHT) dikembangkan oleh spencer kagan 1992, teknik ini memberikan
kesempatan kepada siswa untuk saling ide-ide dan pertimbangan jawaban yang
paling tepat.
4. METODE PEMBELAJARAN TGT
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model
pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh
siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor
sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Dalam TGT siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri tiga sampai
lima siswa yang heterogen baik dalam prestasi akademik, jenis kelamin, ras,
maupun etnis. Dalam TGT ini digunakan turnamen akademik, dimana siswa
berkompetisi sebagai wakil dari timnya melawan anggota tim yang lain yang
mencapai hasil atau prestasi serupa pada waktu lalu. Komponen-komponen dalam
TGT adalah penyajian materi, tim, game, turnamen dan penghargaan kelompok.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif
model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan
tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Secara umum TGT sama saja dengan STAD kecuali satu hal: TGT menggunakan
turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu,
di mana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain
yang kemampuan akademiknya setara. Hasilnya, siswasiswa yang berprestasi paling
rendah pada setiap kelompok memiliki peluang yang sama untuk memperoleh poin
bagi kelompoknya sebagai siswa yang berprestasi tinggi. Meskipun keanggotaan
kelompok tetap sama, tetapi siswa yang mewakili kelompok untuk bertanding dapat
berubah-ubah atas dasar penampilan dan prestasi masing-masing anggota. Misalnya
mereka yang berprestasi rendah, yang mula-mula bertanding melawan siswa-siswa
kemampuannya sama dapat bertanding melawan siswa-siswa yang berprestasi tinggi
ketika mereka menjadi lebih mampu.
5. METODE PEMBELAJARAN JIGSAW
Menurut Handayani (2010:3) definisi dari jigsaw merupakan,pembelajaran
kooperatif suatu model pembelajaran yang dirancang agar siswa mempelajari
informasi-informasi divergen dan tingkat tinggi melalui kerja kelompok.
Menurut Lie (2004) jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa
terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak
hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan
dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yanglain. Dengan
demikian, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama
secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.
Dalam jigsaw masing-masing anggota diberi bagian materi untuk dipelajari oleh
seluruh anggota kelompok dan mereka menjadi si ahli pada kelompoknya. Murid
harus saling mengajarkan satu sama lain, sehingga partisipasi dan bantuan
setiap orang sangatlah penting (Woolfolk, 2004).
Anggota kelompok harus bekerja sama sebagai tim untuk menyelesaikan tugas
bersama. Kerjasama ini memudahkan interaksi atau hubungan timbalbalik diantara
semua murid di kelas, memimpin mereka untuk menghargaisatu sama lain sebagai
penyumbang untuk tugas bersama mereka(Aronson, 2007).
Adapun tujuan dari teknik jigsaw adalah sebagai berikut:
a. Menyajikan metode alternatif disamping ceramah dan membaca.
b. Mengkaji ketergantungan positif dalam menyampaikan dan menerima informasi
diantara anggota kelompok untuk mendorong kedewasaan berpikir.
c. Menyediakan kesempatan berlatih dan mendengarkan untuk melatih kognisi siswa
dalam menyampaikan informasi.